Rabu, 23 Januari 2019

thumbnail

Inilah Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Posted by hariadiaffa@gmail.com  | No comments


Tak perlu diragukan, membersihkan telinga dengancotton bud pasti terasa sangat enak. Namun, pakar kesehatan benar-benar ingin setiap orang untuk berhenti membersihkan telinga dengan cotton bud, tusuk gigi, jepit rambut dan barang-barang yang membahayakan lainnya.

Meskipun terasa enak, membersihkan bagian dalam telinga dengan korek kuping sebenarnya bukan ide yang sehat.

Keberadaan kotoran telinga atau dikenal sebagai serumen, berfungsi untuk menjaga kulit tetap lembab dan menghalangi infeksi, kata Ana Kim, M.D., seorang ahli otolaringologi di Columbia Doctors dan profesor otolaringologi di Columbia University Medical Center.

Memakai cotton bud untuk membersihkan, malah akan mendorong kotoran ke dalam, kata Ileana Showalter, M.D. Jika terlalu dalam, akhirnya akan menyebabkan gangguan pendengaran karena gendang telinga tertusuk korek kuping.

Kulit di saluran telinga cukup halus, sehingga penggunaan cotton budmalah akan merusaknya dengan mudah, membuat pintu masuk bakteri. "Akhirnya berisiko mengalami infeksi. Sebenarnya, kita harus menghindari memasukkan sesuatu ke dalam telinga," kata Kim.

Jadi, bagaimana cara menjaga kebersihan telinga? Caranya sama seperti membersihkan seluruh tubuh: dengan mengelap lembut di bagian luar. Tak perlu membersihkan bagian dalam sama sekali, karena sisa kotoran akan hancur sendiri.

“Kondisi alam membuat telinga menjadi permukaan pembersih diri," kata Kim.

Jika tetap harus menggunakan cotton bud, pastikan untuk membersihkan di bagian luar telinga agar bisa menghilangkan kotoran di luar.

Satu-satunya pengecualian untuk peraturan ini adalah saat kotoran telinga mulai membuat gangguan pendengaran, penyumbatan, atau megeluarkan sesuatu yang berwarna kuning atau cokelat, kata Kim.

Namun, bukan berarti bisa menggunakan cotton bud. Bila ingin benar-benar membersihkan sendiri, maka bisa dengan alat bersih-bersih telinga semacam Debrox.

Bila cara itu tak ampuh dan merasa memiliki masalah pendengaran karena kotoran telinga, segera temui dokter. Cara paling aman untuk membuka sesuatu yang menghalangi telinga adalah dengan menyerahkan ke ahlinya, kata Kim.

Jika kotorannya lunak, maka akan dibersihkan melalui teknik isap, sementara bila sulit, maka akan menggunakan kuret serumen untuk masuk ke dalam telinga dan menariknya keluar.

Dokter secara visual akan memperbesar telinga untuk memastikan membersihkan tanpa merusak bagian dalam telinga. (kompas.com)
Read More»

0 komentar:

Kamis, 10 Januari 2019

thumbnail

Ternyata Kebiasaan Minum Teh Bisa Menjauhkan dari Risiko Diabetes

Posted by hariadiaffa@gmail.com  | No comments



Bagi kebanyakan kita, pagi hari akan menjadi lebih sempurna dengan secangkir teh hangat. Bahkan, bagi sebagian orang, menyeruput teh di pagi hari tak ubahnya bak ritual religius.

Daun teh memang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Teh pun dikenal dengan efek kafeinnya, yang memberi dorongan energi instan. Selain itu, teh merupakan sumber antioksidan yang sangat baik.

Antioksidan sangat penting bagi tubuh, karena membantu tubuh melawan radikal bebas yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Antioksidan yang ditemukan pada daun teh adalah senyawa yang dikenal sebagai polifenol.

Menurut sebuah penelitian, polifenol juga terbukti bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah. Studi tersebut menyatakan, teh dapat secara signifikan mampu mengurangi glukosa darah pada orang dewasa, sehingga mencegah datangnya diabetes.

Polifenol dalam teh cenderung menghambat penyerapan gula dalam darah. Temuan ini dilansir di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition.

Disebutkan, polifenol secara signifikan mengurangi jumlah glukosa pada orang dewasa, yang diberi minuman sarat sukrosa sebelumnya.

Periset mengklaim, dengan mengkonsumsi teh maka lonjakan kadar gula darah yang dipicu aktivitas "ngemil" pada makanan manis dapat diredam.

"Teh adalah minuman paling umum kedua yang dikonsumsi di dunia, dan penelitian baru ini menambahkan studi yang telah dipublikasikan."

"Kesimpulan penelitian ini menunjukkan teh itu baik untuk kesehatan dan kesejahteraan," kata dokter Tim Bond dari Tea Advisory Panel.

"Akibatnya, polifenol menurunkan indeks glikemik -kemampuan relatif makanan karbohidrat untuk meningkatkan kadar glukosa dalam darah, dari minuman manis," kata Bond.

Tim tersebut menguji efek minum teh terhadap 24 partisipan. Setengah dari jumlah itu memiliki kadar gula darah normal. Sementara separuh lainnya telah didiagnosis mengalami pra-diabetes.

Sehari sebelum setiap pengujian kedua kelompok diminta menghindari olahraga dan makan secukupnya. Mereka hanya makan malam dengan makanan dengan kandungan gula rendah. Keesokan paginya, sampel darah mereka diambil dalam keadaan puasa. Selanjutnya, mereka diberi minuman manis baik yang mengandung polifenol teh berdosis tinggi dan rendah. Kemudian, dalam rentang waktu 30, 60, 90, dan 120 menit diambil sampel darah dari para responden. Mereka lalu mengulangi prosedur itu sebanyak tiga kali dalam jeda satu minggu.

Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang menerima minuman dengan polifenol -baik kadar tinggi atau rendah, menunjukkan penekanan yang signifikan terhadap lonjakan gula darah
.(kompas)




Read More»

0 komentar:

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Discussion

© 2013 hours-profit. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top