Jumat, 15 Februari 2019

thumbnail

Pilih Ponsel Rendah Radiasi, Ini Daftarnya yang Perlu Anda Ketahui

Posted by hariadiaffa@gmail.com  | No comments


Efek radiasi gelombang radio pada ponsel untuk kesehatan manusia memang masih belum diketahui pasti oleh para peneliti.

Tapi, bukan berarti radiasi ponsel tidak berdampak bagi kesehatan manusia, mengingat frekuensi penggunaannya yang tinggi.

German Federal Office for Radiation Protection (Bundesamt für Strahlenschutz), beberapa waktu lalu melakukan penelitian untuk menemukan emisi ponsel yang memiliki tingkat radiasi tinggi dan rendah.

Lantas, data tersebut disusun oleh firma marketing online, Statista yang membuat daftar urutan ponsel mana saja yang memiliki emisi radiasi tinggi dan rendah.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, sebagian besar ponsel dengan radiasi rendah dimiliki oleh perangkat besutan Samsung.

Selebihnya, diisi oleh ponsel Motorola, ZTE, dan LG. Emisi radiasi paling rendah dinobatkan kepada Galaxy Note 8 yang memiliki tingkat penyerapan 0,17 watt per kilogram, ketika menempatkan ponsel langsung ke telinga tanpa aksesori perantara.

Hasil yang sama juga didapatkan oleh perangkat ZTE Axon Elite. Daftar ponsel dengan tingkat radiasi rendah(Statista via Gizmo China) Dari 16 daftar ponsel dengan emisi rendah, separuhnya dihuni oleh Samsung.

Selain Galaxy Note 8, mereka adalah Galaxy S8, Galaxy S8 Plus, Galaxy S7 Edge, Galaxy S9 Plus, Galaxy J6 Plus, Galaxy J4 Plus, dan Galaxy S8.

"Kenyataannya, perangkat Samsung memiliki fitur yang menonjol, di mana dari 10 teratas, setengahnya berasal dari perusahaan Korea Selatan (Samsung)," jelas jurnalis data, Martin Amstrong sebagaimana dirangkum dari Gizmo China, Selasa (12/2/2019).

"Ini berbanding terbalik dengan pesaing utamanya, Apple. Dua iPhone menduduki jajaran ponsel dengan radiasi tinggi, sementara Samsung tidak ada dalam daftar tersebut," imbuhnya.

Dua perangkat iPhone yang dimaksud Amstrong adalah iPhone 7 yang memiliki tingkat radiasi 1,38 watt per kilogram dan iPhone 8 yang memiliki tingkat radiasi 1,32 watt per kilogram.

Di jajaran ponsel dengan emisi radiasi tinggi tersebut, kebanyakan dihuni oleh smartphone besutan OnePlus dan Xiaomi, di mana Mi A1 menjadi ponsel dengan radiasi paling tinggi.

Untuk diketahui, besar radiasi yang dikeluarkan sebuah smartphone diukur dengan unit yang dikenal sebagai Angka Absorpsi Spesifik atau SAR.

Menurut pedoman dari Komisi Internasional tentang Perlindungan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP), batas aman angka SAR untuk perangkat seluler adalah maksimum 2 W/kg.



kompas
Read More»

0 komentar:

Selasa, 12 Februari 2019

thumbnail

6 Cara Mengatasi Gigi Kuning

Posted by hariadiaffa@gmail.com  | No comments



Banyak sekali yang menjadi penyebab gigi anda menguning. Bukan hanya dari anda yang jarang menggosok gigi, tetapi juga dari makanan yang anda konsumsi. Makanan yang mengandung pewarna akan sangat merusak gigi anda, dan menjadikannya kuning. makanan seperti permen dan bahkan buah-buahan yang berwarna terang juga bisa menjadi penyebab gigi anda menguning. Selain makanan berwarna, makanan yang mengandung asam juga menjadi penyebab gigi anda menjadi kuning. seperti kopi dan teh misalnya. Kedua jenis minuman tersebut mengandung asam sehingga membuat gigi anda menguning. Namun anda tak perlu menghabiskan banyak biaya untuk melakukan perawatan gigi. Yang pastinya akan menghabiskan tabungan bulanan anda. Cukup dengan 6 cara mengatasi gigi kuning berikut ini, gigi kuning anda akan putih kembali.

1. Arang

Bahan yang biasanya digunakan untuk membakar sate ini, bisa anda gunakan sebagai pasta gigi. Mungkin anda heran mengapa arang yang berwarna hitam bisa membersihkan gigi anda yang kuning. tetapi pada akhirnya arang sangat bermanfaat untuk menghilangkan noda kuning di gigi. Caranya mudah sekali anda bisa memotong atau menumbuk arang hingga halus. Kemudian beri sedikit air, lalu diaduk. Setelah itu gunakan sebagai pasta gigi. Anda jangan merasa jijik, karena arang ini tidak berbahaya jika dijadika pasta gigi.

2. Kulit Pisang

Bukan hanya daging buahnya saja yang baik untuk tubuh. Ternyata kulit pisang juga sangat bermanfaat untuk kita, yaitu untuk menghilangkan noda kuning pada gigi. Anda jangan meragukan khasiatnya, karena beberapa orang sudah mencobanya dan berhasil. Caranya sangat mudah, anda gosok-gosok bagian dalam kulit pisang ke gigi anda. Anda tak perlu menumbuknya. Gunakan saja bagian dalam kulit pisang. Kemudian anda bisa gunakan jenis pisang apa saja.

3. Kulit Jeruk

Selain kulit pisang, kulit jeruk juga bisa anda gunakan untuk menghilangkan noda kuning pada gigi. Namun caranya berbeda dengan kulit pisang yang lansung digosokkan ke gigi. Kulit jeruk harus terlebih dahulu di tumbuk menjadi halus, agar mudah untuk digunakannya. Anda bisa menggunting kulit jeruk dulu, menjadi bagian yang kecil-kecil. Kemudian tumbuk perlahan dengan dicampur air. Barulah anda bisa menggunakannya menjadi pasta gigi.

4. Buah Strawberry

Buah yang satu ini selain berkhasiat untuk melangsingkan tubuh, juga membantu mengatasi gigi kuning. kandungan yang terdapat dalam buah strawberry mampu untuk menghilangkan noda yang merusak lapisan onamel pada gigi. Seperti diketahui jika lapisan onamel adalah lapisan yang melindungi gigi. Untuk itu gunakan strawberry sebagai pasta gigi alami agar lapisan onamel terlindungi. Caranya mudah sekali, anda bisa menumbuk atau memblender halus buah strawberry. Lalu oleskan pada gigi anda, atau ditaruh di sikat gigi. Kemudia baru di gosok ke gigi.

5. Jeruk Nipis

Jeruk yang cenderung sangat asam ini, juga bisa anda gunakn untuk mengatasi gigi kuning. cara berbeda dengan buah strawberry yang harus dihaluskan. Penggunaan jeruk nipis dalam menghilangkan gigi kuning yaitu dengan memerasnya. Setelah diperas, kemudian anda campur dengan air hangat. Lalu kumur-kumur setelah anda menyikat gigi. Tetapi jika gigi anda linu, maka sebaiknya gunakan opsi lain untuk menghilangkan noda kuning di gigi.

6. Jeruk Lemon

Selain jeruk nipis, jeruk lemon juga bisa anda gunakan untuk mengatasi gigi kuning. cara penggunaanya juga sama dengan jeruk nipis yaitu dengna memerasnya. Kemudian campurkan dengan air hangat. Jeruk lemon ini juga sangat baik untuk menurunkan berat badan karena fungsi asamnya bisa mengikis lemak di dalam perut. 







Read More»

0 komentar:

Senin, 04 Februari 2019

thumbnail

Ini Jenis Olah Raga Pilihan yang Bisa Anda Lakukan Sesuai Usia

Posted by hariadiaffa@gmail.com  | No comments


Sudah banyak penelitian yang menyebut bahwa olahraga memiliki manfaat baik bagi kesehatan.

Hanya saja yang harus dipahami adalah jenis olahraga dan frekuensi latihan berubah seiring bertambahnya usia. Pasalnya, setiap kali usia bertambah, kebutuhan, kekuatan, dan ketahanan tubuh terhadap aktivitas dan olahraga pun berbeda-beda.

Salah pilih olahraga akan membuat Anda tak akan mendapatkan manfaatnya. Tak cuma itu, bisa-bisa tubuh malah jadi sakit dan cedera.

Berikut panduan jenis dan lama waktu berolahraga sesuai usia, seperti diberitakan CNN dari The Conversation.

1. Anak-anak dan remaja

Pada masa anak-anak, olahraga akan membantu anak mengendalikan berat  badan, membangun tulang yang sehat, menciptakan pola tidur yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Anak-anak direkomendasikan untuk berolahraga setidaknya satu jam per hari. Anak harus mencoba berbagai olahraga untuk mengembangkan keterampilan, seperti berenang serta memukul dan menendang bola. Aktivitas fisik seperti bermain di taman dengan teman sebaya juga baik untuk tumbuh kembang anak.

Memasuki usia remaja, kebiasaan olahraga cenderung menurun terutama pada anak perempuan. Padahal, olahraga pada usia ini dapat membentuk tubuh dan mengelola stres dan kecemasan.

Remaja disarankan untuk berolahraga tim karena lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan kemampuan sosial. Bagi remaja yang tidak suka olahraga tim, olahraga lain seperti berenang atau atletik bisa jadi pilihan untuk menjaga kebugaran tetap tinggi.

2. Usia 20-an

Usia 20-an merupakan puncak fisik dengan waktu reaksi tercepat dan VO2 max (volume oksigen tertinggi), yaitu tingkat maksimum tubuh memompa oksigen ke otot. Setelah puncak tertinggi, VO2 max akan berkurang hingga 1 persen setiap tahunnya dan waktu reaksi ikut melambat.

Namun, aktivitas fisik yang teratur dapat memperlambat penurunan ini. Membangun massa otot tanpa lemak dan kepadatan tulang pada usia ini dapat membantu tubuh tetap bugar di usia berikutnya.

Usia 20-an disarankan untuk mencoba banyak olahraga yang bervariasi agar tetap menyenangkan. Jika Anda berolahraga teratur, atur waktu periodisasi dengan baik seperti menetapkan intensitas, volume, dan jenis latihan untuk mengoptimalkan kinerja tubuh.

3. Usia 30-an

Pada usia ini, karier dan keluarga jadi salah satu prioritas sehingga kebugaran dan kekuatan kardiovaskular harus tetap dijaga untuk memperlampat penurunan fisik. Pastikan postur tubuh tetap terjaga, hindari duduk yang terlalu lama, dan banyak bergerak.

Orang berusia 30-an disarankan untuk latihan interval dengan intensitas tinggi mencapai 80 persen dari detak jantung maksimum. Atau Anda bisa berlari cepat dan bersepeda yang dilakukan dengan intensitas ringan selama 20 menit setiap hari.

Bagi perempuan, terutama yang sudah melahirkan, lakukan latihan dasar pinggul atau sering disebut Kegel untuk mencegah inkontinensia. Selain itu, diversifikasi program latihan agar tetap menarik seperti kelas spin dan yoga.

4. Usia 40-an

Kebanyakan orang pada usia ini mulai mengalami kenaikan berat badan. Latihan ketahanan adalah cara terbaik untuk mengoptimalkan pembakaran kalori sehingga dapat mengatasi akumulasi lemak.

Cobalah program latihan angkat beban dan berlari yang intensif. Pilates juga dapat bermanfaat untuk menjaga kekuatan dan melindungi tubuh dari sakit punggung yang kerap menyerang usia 40-an.

5. Usia 50-an

Pada usia ini, penyakit kronis kerap muncul seperti diabetes tipe 2 dan kardiovaskular. Pada wanita, saat estrogen menurun pascamenopause, risiko penyakit jantung juga meningkat.

Disarankan untuk melakukan latihan otot dua kali seminggu agar dapat mempertahankan massa otot. Latihan menahan beban, seperti berjalan, juga dianjurkan. Berjalanlah dengan cepat sehingga laju pernapasan meningkat dan berkeringat.

Mencoba Tai chi untuk keseimbangan dan relaksasi juga bisa jadi pilihan.

6. Usia 60-an

Penyakit kronis dan kanker semakin meningkat pada usia ini karena faktor penuaan. Mempertahankan aktivitas fisik yang tinggi dapat membantu mencegah beragam kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar dan kanker rahim. Olahraga juga mengurangi penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik cenderung menurun dengan bertambahnya usia. Namun, cobalah untuk tetap aktif.

Cobalah menari agar aktivitas fisik tetap menyenangkan. Lakukan pula latihan kekuatan fisik dan fleksibilitas dua kali dalam sepekan, aqua-aerobik bisa menjadi pilihan. Latihan kardiovaskular seperti jalan cepat juga mesti dilakukan.

7. Usia 70-an ke atas

Berolahraga di usia 70-an dan setelahnya membantu mencegah rasa lemah yang kerap membuat orang pada usia ini jatuh mendadak. Olahraga juga baik untuk fungsi kognitif.

Cobalah untuk tetap bergerak karena kekuatan dan kebugaran menurun dengan cepat jika hanya diam di tempat tidur.

Berjalan sambil berbicara dengan teman dan keluarga sangat disarankan pada usia ini. Latihan kekuatan, keseimbangan dan kardiovaskular dengan intensitas ringan juga dapat dilakukan. Saran dari ahli fisioterapi juga dibutuhkan jika memiliki penyakit kronis.




cnnindonesia
Read More»

0 komentar:

    If you would like to receive our RSS updates via email, simply enter your email address below click subscribe.

Discussion

© 2013 hours-profit. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9 Published..Blogger Templates
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top